Minggu, 25 April 2010

Slash Solo Album

http://www.4shared.com/file/3gOKJy0e/slash_solo_album.html

Epitaph Records: Armstrong, Tim - A Poet's Life

A Poet's Life is the first solo album by Tim Armstrong (Rancid, Transplants, Operation Ivy), made in collaboration with Hellcat-signed reggae band The Aggrolites. It was released on May 22, 2007 (see 2007 in music) on Armstrong's own label, Hellcat Records.

  1. Wake Up - 3:52
  2. Hold On - 2:59
  3. Into Action (featuring Skye Sweetnam) - 3:39
  4. Translator - 4:11
  5. Take This City - 3:14
  6. Inner City Violence - 3:48
  7. Oh No - 3:07
  8. Lady Demeter - 2:24
  9. Among The Dead - 3:32
  10. Cold Blooded - 2:45

All Songs written by Tim Armstrong


http://www.4shared.com/file/vgOK_90B/Tim_Armstrong.html

Jumat, 23 April 2010

Acungan Jari Tengah Dalam Foto Remaja Indonesia





Di Inggris dan di negara belahan Barat lainnya, mengacungkan jari tengah (yang biasanya dibarengi dengan kata umpatan fuck!) dengan telapak menghadap ke muka dimaksudkan untuk menghina orang atau menantang berkelahi. Sedangkan di Jepang, mengacungkan jari tengah tangan kanan ke bawah dianggap sebagai tindakan provokasi dan penghinaan. Lalu, apakah arti acungan jari tengah di Indonesia?


Dari sekian banyak foto yang terpampang di situs jejaring sosial facebook, sering kita jumpai remaja Indonesia dengan bangganya memajang foto yang tengah berpose mengacungkan jari tengah. Entah apa maksudnya. Apakah mereka berniat menghina seseorang, menantang berkelahi, atau hanya sekedar “gagah-gagahan”?


Namun jika kita lihat pada contoh foto pertama (atas), apakah interpretasi jari tengah sebagaimana yang selama ini dipahami terwujudkan? Menghina seseorang? Jelas tidak. Dari tampangnya, remaja seperti ini pasti akan berpikir ribuan kali sebelum berani memutuskan untuk menghina seseorang. Apalagi menantang berkelahi.


Pilihan terakhir adalah sekedar “gagah-gagahan”. Namun sayang, meski sudah mengangkat jari tengahnya di hadapan lensa kamera, tetap saja kesan “angker” seperti yang ia harapkan tidak muncul juga.


Jauh berbeda dengan yang kita lihat pada foto kedua (bawah). Acungan jari tengah dari bocah yang mengenakan kaos kesebelasan Feyenoord (klub sepak bola Belanda yang berbasis di kota Rotterdam) ini tampak begitu garang. Terlebih dengan didukung ekspresi wajahnya. Hasil jepretan candid photography (subjek yang dipotret tidak dalam kondisi berpose atau ‘sadar’ kamera) ini sama sekali tak mengesankan “gagah-gagahan” untuk jari tengah mungil yang diacungkannya.


Tanya kenapa? Sebab, bocah ini memang dibesarkan dalam budaya yang benar-benar menggunakan acungan jari tengah sebagai simbol dari luapan emosi (flipping the bird). Bukan seperti remaja Indonesia yang hanya sekedar meniru tanpa maksud yang jelas.


Meski kita paham esensi acungan jari tengah, namun tetap saja kita tidak tumbuh di negara yang memiliki budaya “flipping the bird”. Jadi kenapa kita harus memaksakan diri untuk mengacungkan jari tengah? Walaupun kita mengacungkan jari tengah dan dipotret secara candid photography, kesan garang tetap tak dapat mengalahkan ekspresi emosi dari seorang bocah kebangsaan Belanda itu.


Tak ada niat penulis untuk melarang remaja Indonesia untuk mengacungkan jari tengah saat berpose di depan kamera. Toh, di Indonesia tidak ada sanksi moral bagi mereka yang mengacungkan jari tengah di sembarangan tempat. Sekedar saran, bagaimana kalau kita lebih mengeksplor gaya lain untuk menunjukkan ekspresi emosi atau kesan garang dalam seni fotografi? Kepalan tangan mungkin?

Waduk Sermo Haus Tumbal


Kulonprogo – Dalam sepekan waduk Sermo sudah memakan dua korban. Setelah digemparkan dengan tewasnya seorang pelajar asal Purworejo akibat terpeleset saat memancing, Rabu (14/4), warga setempat kembali dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan pada Jumat (16/4) pagi.

Perempuan tanpa identitas itu pertama kali diketahui oleh Sadiman (45) warga Sermo Tengah. Saksi yang tengah menyadap nira di pohon kelapa tepi Waduk Sermo melihat ada sesosok jenazah mengapung di waduk Semo bagian barat.

“Dari atas pohon kelapa saya melihat ada sesosok mayat yang terapung dalam posisi telungkup. Bersama dengan beberapa warga lain, saya menarik jenazah itu ke tepi. Selanjutnya, kami lapor ke Polsek Kokap” terang saksi.

Tak berselang lama, petugas dari Polsek Kokap, tim medis dari Puskesmas Kokap II, dan tim SAR Waduk Sermo segera merapat ke lokasi. Dari hasil pemeriksaan tim medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas penganiayaan di tubuh korban. Diduga kuat korban tewas akibat murni kecelakaan. Saat pertama kali ditemukan, perempuan berambut ikal sebahu itu mengenakan kaos berwarna biru kehitaman.

“Perempuan yang berusia sekitar 30 tahun ini diperkirakan tewas sudah lebih dari 24 jam. Karena tidak ada identitas dan warga sekitar mengaku tidak mengenalinya, maka jasad korban akan segera dikubur di pemakaman setempat” terang Perawat Puskesmas Kokap II Sugiyanto.

Salah seorang warga Sermo Tengah, Giyo (56) menolak jika Waduk Sermo dikatakan angker dan meminta tumbal.

“Tidak benar kalau waduk Sermo itu wingit. Para korban tewas di waduk Sermo itu akibat kurang hati-hati saja” tegasnya. (leo)


Pemkab Berbenah Demi Investor


Kulonprogo – Rumitnya birokrasi untuk menanamkan modal menjadi salah satu penghambat bagi masuknya investor ke Kulonprogo. Bila kondisi seperti ini terus dibiarkan, tidak menutup kemungkinan Kulonprogo akan ditinggalkan para pemilik modal untuk berinvestasi.

“Dibutuhkan pelayanan lebih ringkas lewat satu pintu. Selain itu, Kantor Penanaman Modal (KPM) juga harus menyediakan informasi yang lengkap dan detil sehingga memudahkan bagi para investor untuk menentukan pilihan di mana mereka akan menananmkan modal” terang Sekretaris Daerah (Sekda) Kulonprogo Budi Wibowo.

Untuk itu, Budi menambahkan, hibah berupa sistem informasi berbasis internet dari PT. SKALI (perusahaan teknologi informasi terbesar di Malaysia , red) untuk promosi investasi Kulonprogo akan menjadi proyek percontohan investasi di tingkat nasional. Hibah senilai Rp 100 juta itu dimaksudkan untuk lebih menarik minat investor yang akan menanamkan modalnya di Kulonprogo.

Selain hibah berupa sistem informasi, PT.SKALI juga akan memberikan sejumlah perangkat keras (hardware, red) sebagai pendukung layanan investasi Pemkab Kulonprogo.

“Penandatanganan kerjasama ini telah dilakukan oleh Bupati Kulonprogo Toyo S Dipo dan pimpinan PT SKALI Tengku Farikh saat lawatan ke Malaysia dan Korsel pekan lalu” imbuh Budi.

Menurut Kepala KPM Kulonprogo Subagya, hibah dari perusahaan dari Kuala Lumpur Malaysia itu adalah peluang baik untuk mendorong pertumbuhan iklim investasi di Kulonprogo.

Sejatinya Pemkab sudah menjajal bisnis melalui internet dengan membangun sistem pengadaan barang dan jasa online sejak 2009. Namun sayangnya sistem itu kurang optimal karena belum didukung perlengkapan teknologi informasi memadai. (leo)

Ombak Ganas Pantai Glagah Kembali Telan Korban


Kulonprogo – Besarnya ombak di Pantai Glagah kembali memakan korban. Kali ini korbannya adalah seorang siswa SMA 2 Wonosobo, Nur Hidayat (18). Korban dilaporkan terseret ombak dan tenggelam saat sedang bertamasya di pantai Glagah, tepatnya sebelah barat dermaga pelabuhan, kemarin.

Informasi korban terseret ombak diterima petugas SAR Pantai Glagah sekitar pukul 15.00.

“Mmenurut keterangan dari teman-temannya, semula korban tidur-tiduran di tepi pantai. Saatombak besar dating, korban pun bangkit. Namun bukannya berlari menjauh, korban justrumenyongsong ombak sehingga terseret arus hingga ke tengah” terang Sekretaris SAR Pantai Glagah, Samsudin.

Mendapat laporan adanya pengunjung yang hilang terseret ombak, tim SAR pun segera menerjunkan segenap personilnya untuk melakukan penyisiran di sepanjang pantai Glagah.

Mendapat laporan dari Tim SAR, pihak keluraga tak berselang lama segera menuju ke lokasi untuk turut melakukan penyisiran. Bahkan paman korban, Ari Widiyanto (45) bertahan di lokasi untuk menunggu sampai korban ditemukan meski harus
menginap di pantai

“Sebelumnya dia (korban, red) sempat mengatakan bahwa ia ingin bepergian jauh. Namun hendak pergi kemana kami tidak tahu. Ternyata, perkataannya yang sempat membuat khawatir itu adalah ucapan perpisahannya dengan kami” ungkap Ari dengan nada sedih.

Meski sangat terpukul oleh kabar hilangnya korban, Ayah dan ibunya, Sarwanto dan Sulastri juga turut datang ke lokasi.

“Nur yang semula tidak berniat ke pantai akhirnya luluh oleh ajakan teman-temannya untuk berlibur. Ia pun berangkat bersama rombongan temannya yang keseluruhan berjumlah 16 orang” terang kedua orangtua korban. (leo)


Belasan Penambang Liar Nekat Beroperasi Di Sungai Sepuri


Kulonprogo – Belasan penambang yang nekat beroperasi di sungai Sepuri Nanggulan terjaring operasi rutin yang digelar Sat Pol PP, kemarin. Tidak ada pekerjaan lain yang bias diandalkan untuk menghidupi keluarga membuat para penambang nekat meski Sungai Sepuri resmi dinyatakan tertutup untuk aktivitas pertambangan sejak Jumat (9/4) kemarin.

Menurut Kepala Seksi Pengendalian Operasi (Kasi Dal Ops) Sat Pol PP Kulonprogo Sukaryono, kegiatan pertambangan ilegal ini melanggar perda nomor 6 tahun 2002 dengan sanksi tiga bulan penjara atau denda Rp 5 juta.

“Namun bagi para penambang yang terjaring ini hanya diberi peringatan saja. Selain itu mereka juga kami himbau agar mengurus perijinannya. Jika ijin sudah memegang ijin, maka penambang nantinya akan mendapat daftar lokasi mana saja yang diperbolehkan untuk ditambang” terang Sukaryono.
Salah seorang penambang, Sugiyo (59) warga Tanjungharjo Nanggulan mengatakan dirinya bersama dengan penambang lain berpenghasilan rata-rata sekitar Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu setiap harinya dari hasil menambang material (pasir dan batu, red) di Sungai Sepuri.

“Sungguh kami tak paham kalau aktivitas pertambangan ini merusak lingkungan. Yang kami tahu, kami menambang untuk menafkahi keluarga. Sebab, sudah tidak ada pekerjaan lain lagi” paparnya.

Penambang lain, Adi Wiyono (40) menambahkan bahwa mereka tidak paham jika menambang harus menggurus perijinan.

“Kami sudah menambang di sini puluhan tahun lamanya. Memang selama ini kami
sering kejar-kejaran dengan petugas. Bahkan belum lama ini peralatan tambang milik kami disita petugas” ungkap Adi.
Menanggapi pengakuan dari para penambang, Sukaryono kembali menegaskan agar mereka segera mengajukan ijin ke Pemkab.

“Jadi tidak perlu ada kejar-kejaran lagi kalau para penambang sudah mengantongi ijin resmi” pungkas Sukaryono. (leo)